Pengamatan Burung di Rawa Jombor

Februari 24, 2009

img_2478

Hari minggu (25/01/09) kemarin, seperti biasanya, merupakan waktu pengamatan burung bagi anak-anak Scedultsem SMPN 16 Yk. Pengamatan kali ini dilakukan di Rawa Jombor, Klaten, Jateng sebagai wujud partisipasi Asian Waterbirds Census (AWC) tahun 2009 bersama KPB BIONIC UNY. Berikut ini beberapa cerita lugu dari mereka;

img_2463Pada hari Minggu tanggal 25 Januari saya bangun pagi sekitar pukul 6.00 wib bersiap-siap untuk berangkat. Sesampainya di sekolahan masih sepi. Sekitar pukul 7.30 wib semua sudah datang, tepat pukul 8.00 wib mobil datang. Saat itu kukira akan pengamatan ke UGM ternyata ke Rawa Jombor. Sesampainya cuaca tidak menentu kadang panas kadang dingin, namun hal itu tidak membuat keputusasaan. Kami bertemu para pengamat burung dari BIONIC UNY. Burung yang kami temui Sepatu teratai, Mandar batu, Bambangan kuning dan Bambangan merah. Kehadiran mas Bintang dan mas Antok cukup membantu kami tentang burung-burung yang kami temui. Setelah selesai kami kembali ke Jogja. Sesampainya di Janti kami mampir sejenak untuk makan siang di bawah jembatan layang terpanjang di Jogja. Akhirnya petualangan kami pun berakhir sekitar pukul 12 siang.

Demanta Ais (7F)

Pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2009 kemarin tim pengamat burung SMPN 16 Yogyakarta kembali mengamati burung di daerah Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah. Pengamatan kali ini, berhasil menemukan 4 jenis burung pemakan ikan. Keempat jenis burung tersebut adalah Bambangan merah, Bambangan kuning, Mandar batu dan Sepatu teratai. Pengamatan kali ini turut dibantu oleh mahasiswa/i Bionic dari UNY.

Nannissa H. R. (7F)

Kemarin minggu apa pengamatan di Rawa Jombor, di sana saya melihat berbagai macam burung dianataranya, Mandar batu, Bambangan kuning, Bambangan merah dan Sepatu teratai. Di sana saya melihat keindahan alam dan mengamati banyak burung. Saya senang sekali bila melihat burung di lapangan. Saya jadi tahu ada berbagai macam burung dan harus dilestarikan.

Nur Dwi Aridanti (7F)

Pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2009 kami berencana mengadakan pengamatan burung di kampus UGM, tetapi diganti di Rawa Jombor. Di sana kami bertemu dengan kakak-kakak pengamat burung dari BIONIC UNY. Burung yang ditemui ada 4 jenis, yaitu: Sepatu teratai, Bambangan kuning, Bambangan merah dan Mandar batu. Setelah selesai mengamati, sekitar pukul 12 siang kami pulang. Sebelum pulang kami mampir beli mie ayam, es the, es buah di bawah jembatan. Saat perjalanan pulang kami mengganggui dan menertawakan orang yangs edang pacaran. Di lampu merah kami menemui orang yang agak tidak waras. Mobil kami adalah mobil yang paling berisik di jalan. Sesampai di sekolah sekitar jam setengah satu, lalu kami pulang ke rumah masing-masing.

Sarah Ivada (7F)

Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Kang Azat yang sudah menjemput dan mengantarkan kami ke tujuan hingga kembali dengan selamat dan rekan-rekan Bionic UNY atas bantuan teknis memandu. (JRT)

Mengamati Raptor di Lereng Tenggara G. Merapi

Februari 24, 2009

Hari Minggu (08/02/09), kembali KIBC (5 orang) bersama anak-anak Scedultsem (14 orang) melakukan pengamatan burung di daerah tenggara lereng Gunung Merapi. Pegamatan kali ini juga bertujuan survei awal monitoring Elang Jawa Spizaetus bartelsi yang ada di daerah tersebut. (Nannisa VII F)

merapi

Bentang hutan alami terpampang jelas dari sisi bukit tempat kami berdiri. Jurang curam memisahkan dua punggungan bukit yang nyata berbeda, begitu dekat di depan kami tanpa sekat pemisah. Di bukit tempat kami berdiri hanya di tumbuhi tegakan Akasia, sedangkan di bukit seberang nampak aneka jenis pohon, dari pinus, dadap, puspa hingga rotan bahkan pakis haji bercampur aduk dan tumpang tindih. Puncak merapi dengan kepulan asapnya, begitu gagah di payungi langit biru yang cerah. Tampak jelas jalur aliran lava utama yang secara frontal terpampang di depan kami. Sungguh panorama yang begitu menakjubkan.

merumput

Selama pengamatan hari itu, kami bertemu dengan beberapa burung pemangsa, antara lain Elang-ular bido Spilornis cheela dan Elang hitam Ictinaetus malayensis yang merupakan jenis lokal. Tiga ekor Sikep-madu Asia Pernis ptilorhynchus, yaitu salah satu jenis raptor migran, terbang memutar (soaring) begitu dekat di depan kami. Beberapa menit kemudian seekor Elang-alap Cina Accipiter soloensis, yang juga burung pendatang, teramati melintas walaupun cukup tinggi. Seekor elang berwarna coklat dan berukuran sedang, meluncur cepat dari arah barat ke timur tanpa sempat teridentifikasi.

birdingnarsis

ndobos2

liat-elang2


Berikut beberapa ungkapan lugu dari anak-anak Scedultsem;

mengintip-celah-tebingWaah.. Asyiklah ikutan pengamatan burung kali ini! Udah pemandangannya indah, burungnya macam-macam lagi! Apalagi ketika sedang dalam perjalanan, semobil ruamenya minta ampun! Pokoknya seru deh! Kira-kira besok ke mana lagi ya? Huehehehe…. (Fauziah, VII E)

Wuiiihh… Akhirnya pengamatan burung ke Gunung Merapi. Pemandangannya kereeen abieez. Aku paling kagum dengan burung ELANG HITAM. Selanjutnya kemana ya??? (Nova, VII D)

Setelah berjalan beberapa ratus meter dari tempat parkir, akhirnya kami sampai di lokasi pengamatan. Banyak burung yang dapat ku lihat, tidak hanya burung Kacamata dan “emprit” (nama lokal jawa dari Bondol), tapi lebih dari melihat elang, gagak, dan alap-alap. Pengalaman paling seru adalah saat mengamati Elang hitam. Hari itu pengalaman aneh tapi menyenangkan. Pengalamanku yang tak kulupakan…!!! (Demanta VII F)

tepi-jurang

Akhirnya pengamatan hari itu pun ditutup dengan segudang cerita dari tutur anak-anak pengamat burung SMP16 Yk. Salam lestari… (Jrt).

SMP 16 Yogyakarta

Agustus 18, 2008

Ekskul BIRDWATCHING, pertama di Indonesia

adalah sebuah Klub SMP pertama di Indonesia. SMP 16 Jogja adalah Pendidikan formal pertama yang mencantumkan kegiatan birdwatching dalam kurikulum ekskul

anak-anak SCELTDULSEM aktif dalam pergaulan pengamat burung di Jogja, foto di atas pada waktu acara Angringan elang jawa yang diselenggarakan Kutilang 2007